
Taekwondo Garuda Club

Sejarah Singkat Taekwondo Garuda Club
Taekwondo Garuda Club adalah salah satu club Taekwondo di wilayah Tangerang dan sekitarnya yang sudah berdiri sejak tahun 80 an dengan pusat latihan awalnya adalah GOR Tangerang. Akan tetapi karena sesuatu dan lain hal kini pusat latihan Taekwondo Garuda Club tidak lagi berada di Gor Tangerang namun terpusat di wilayah masing-masing di daerah tangerang. Diantaranya untuk wilayah kota tangerang ada di sma pgri 109, Gor Balai rakyat,dan beberapa sekolah di kota Tangerang dan untuk wilayah kabupaten ada di club citra raya center dan di Balaraja yaitu di Balaraja center dan terus berkembang seiring waktu. Untuk saat ini Garuda club di ketuai oleh Sabeum Nim Edi suyanto, S.E., M.M. yang juga Ketua Harian Taaekwondo Pengcab Kota Tangerang.
Sejarah Taekwondo Indonesia
Pada Bulan Mei 1972 beberapa mahasiswa Indonesia yang pernah belajar Taekwondo di Jerman Barat, dalam waktu liburannya kembali ke Indonesia mereka mencari Perguruan Taekwondo di Jakarta untuk melanjutkan latihan bersama. Secara kebetulan terdapat seorang pemegang sabuk hitam Taekwondo datang dari Belanda bernama Mouritsz Dominggus (warga Indonesia asal Ambon) telah membuka Perguruan Taekwondo di Tanjung Priok. Mengingat pada masa itu ilmu beladiri Karate jauh lebih populer hingga perkembangan Taekwondo sulit bergerak, maka Mouritsz Dominggus mengatur strategi menggabungkan diri ke dalam Perguruan Karate PERKINO yang dipimpin oleh Harry Tomatala. Dari kombinasi kedua sistem beladiri ini menghasilkan Perguruan KATAEDO (Karate Taekwondo).Atas bantuan salah seorang orangtua murid KATAEDO bernama Sinshe Yusuf serta atas kerjasama dengan Prof Kim Ki Ha (Ketua Asosiasi Korea di Indonesia), KATAEDO berhasil menarik perhatian Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta.
Sejarah PBTI
Dalam sejarah perkembangan Taekwondo di Indonesia, terdapat 2 organisasi Taekwondo yaitu FTI dan PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia).Pada tanggal 28 Maret 1981 telah terjadi sejarah baru bagi dunia Taekwondo Indonesia. Pada saat itu telah diadakan Musyawarah Nasional I yang diikuti oleh 2 organisasi beladiri Taekwondo di Indonesia dimana FTI dipimpin Marsda Sugiri dan PTI dipimpin Letjen Leo Lopulisa. Dari musyawarah itu telah menghasilkan suatu kepengurusan baru yaitu telah disatukannya 2 organisasi tersebut menjadi satu induk organisasi Taekwondo yang hanya diakui oleh WTF dan KONI yaitu Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) hingga sekarang yang mana ketua umumnya adalah Bapak Sarwo Edhie Wibowo dengan pelindung langsung dari Ketua KONI Pusat Bapak Surono.Di bawah kepimimpinan beliau, Taekwondo di Indonesia berkembang pesat. Terbukti dalam waktu singkat telah memiliki Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang di seluruh Provinsi di Indonesia. Sehingga berbagai prestasi dan kualitas dapat tercapai baik dalam event nasional maupun internasional sampai saat ini.


